Perbedaan Nyeri Dada Asam Lambung dan Jantung, Perlu Tahu!

Cara Membedakan Nyeri Dada karena Sakit Jantung dan Asam Lambung Halaman  all - Kompas.com

Nyeri dada merupakan salah satu gejala kesehatan yang bisa membingungkan. Tanda ini kerap dikaitkan dengan masalah kesehatan jantung. Namun, masalah kardiovaskular bukan satu-satunya pemicu. Pasalnya, nyeri dada juga bisa disebabakan oleh asam lambung.

Meski bisa menunjukkan tanda serupa, terdapat perbedaan nyeri dada asam lambung dan jantung. Kenali perbedaannya agar dapat menentukan perawatan yang tepat sesegera mungkin.

  1. Karakteristik rasa nyeri

Perbedaan nyeri dada asam lambung dan jantung yang pertama bisa dilihat dari karakteristik rasa nyerinya. Nyeri dada akibat penyakit asam lambung, seperti GERD, akan terasa panas hingga terbakar.

Dilansir Medical News Today, biasanya rasa nyeri ini terletak di dada bagian tengah, belakang tulang dada, atau tulang dada. Sementara itu, nyeri akibat serangan jantung dipicu oleh kurangnya pasokan darah ke otot jantung.

Akibatnya, nyeri dada terasa seperti ditekan, diremas, atau seperti ada beban berat di dada bagian tengah atau sebelah kiri, melansir sumber yang sama.

  1. Waktu muncul nyeri

Selain karakteristiknya, waktu munculnya nyeri juga bisa menjadi petunjuk apakah nyeri dada disebabkan oleh asam lambung atau penyakit jantung. Nyeri dada akibat asam lambung biasanya muncul setelah makan.

Utamannya, setelah mengonsumsi makanan pedas atau berlemak, melansir Healthline. Di luar itu, nyeri dada karena asam lambung juga bisa terjadi saat berbaring. Berbeda dengan nyeri yang terjadi pada asam lambung, nyeri dada karena jantung bisa terjadi kapan saja, bahkan saat beristirahat.

Inilah yang perlu diwapadai. Pasalnya, nyeri dada karena jantung tidak bisa diprediksi dan umumnya terjadi secara tiba-tiba.

  1. Gejala yang menyertai

Perbedaan nyeri dada asam lambung dan jantung yang ketiga adalah gejala yang menyertainya. Keduanya sama-sama dapat memicu mual, tapi ada beberapa tanda lain yang menjadi pembedanya.

Nyeri dada asam lambung seringkali disertai munculnya rasa asam, tidak enak di mulut, bau mulut, kerusakan gigi, kesulitan menelan, hingga suara serak. Adapun gejala lain nyeri dada jantung adalah rasa berat atau lemah di salah satu atau kedua lengan.

Sakit yang ditimbulkan berupa nyeri, mati rasa, atau kesemutan pada lengan, leher, rahang, bibir, atau perut, melansir Medical News Today. Selain itu, kesulitan bernapas atau napas pendek yang disertai pusing, kelelahan, dan keringat dingin pun dapat muncul akibat masalah jantung.

  1. Riwayat penyakit

Riwayat penyakit pribadi juga bisa membantu membedakan sumber nyeri dada. Seseorang dengan riwayat penyakit jantung, seperti hipertensi atau diabetes, yang mengalami nyeri dada lebih kerap dikaitkan dengan masalah jantung.

Sebaliknya, jika tidak ada riwayat penyakit yang berkaitan dengan jantung, maka kemungkinan besar nyeri dada disebabkan oleh asam lambung. Riwayat penyakit lambung, seperti mag dan GERD, dapat menjadi petunjuk bahwa nyeri dada disebabkan oleh asam lambung.

  1. Pengobatan nyeri dada

Pengobatan nyeri dada akibat asam lambung, bisa dilakukan dengan menghindari makanan berlemak, pedas, atau asam, serta tidur dengan kepala lebih tinggi.

Penggunaan antasida atau obat resep dari dokter juga dapat membantu mengurangi rasa nyeri dada karena asam lambung. Sebaliknya, nyeri dada yang disebabkan karena jantung tidak akan berkurang meskipun sudah mengonsumsi obat yang disebutkan di atas.

Dilansir Healthline, obat yang bisa meringankan nyeri dada jantung adalah jenis beta-blockers, Angiotensin-Converting Enzyme (ACE) inhibitors, antiplatelet agents, dan anticoagulants.